Tahun kedua kuliah. Ospek jurusan.
Kita berdua sama-sama anak HMJ waktu itu. Aku sempat lirik kamu sebentar, dari jauh.
Kamu nggak sadar.
Kita belum kenal sama sekali. Dikenalin dari Kukuh.
Terus aku DM kamu di Instagram.
Dari semua kalimat yang aku kirim ke kamu selama delapan tahun, ini yang pertama:
Bohong. Aku anak HMJ, sama kayak kamu.
Aku cuma nggak tahu harus mulai dari mana.
Terus kita jadian.
Dan nggak lama setelah itu, kamu lupa muka aku.
Aku nunggu kamu di koridor. Kamu lewat gitu aja di depan aku, terus jalan.
Katanya aku mirip adiknya temen kamu.
Delapan tahun kemudian, kamu masih di sini.
Untung aku nggak nyerah waktu itu.
Ini yang paling awal yang masih ada.
Tiga tahun setelah kita jadian, dan isinya cuma kamu.

photo of you
ketuk fotonya
Terus foto-fotonya mulai numpuk.
Blok M.
Nggak ada acara, nggak ada rencana. Cuma jalan-jalan, terus masuk photobox.
Sukabumi.
Bareng temen-temen. Pertama kalinya kita keluar kota dan nggak pulang di hari yang sama.
Dan sisanya, yang aku sendiri udah nggak inget kapan persisnya.
Kalau lagi nggak ke mana-mana, ya balik lagi ke situ. Puri, atau Central Park.
Delapan tahun, dan tempatnya itu-itu aja.
2026 isinya gym.
13 Juni 2026. Jam lima pagi.
My first running event.
You didn't have to be there. You woke up at five in the morning for something that mattered to nobody but me.
You came anyway.
We're pretty much the polar opposite of each other. Even our hobbies.
And somehow we still found a way to connect, all the way through. Honestly, that's one of the most fun parts of us. Always finding something new to talk about.
I keep looking for the one moment I knew.
There wasn't one.
There were 2,922.
Wherever life takes us, I hope that everything will lead back to us.